I

Sejarah

19 November 2017
13:26:46 WIB

Perintisan untuk menyelenggarakan Program Studi Dokter Spesialis Saraf (PSDSS) di fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (FK UNS) telah dimulai sejak tahun 1996.

 

Pada tahun 1996 Dekan FK UNS mengirim surat kepada Dekan FK UNAIR memohon agar Laboratorium Ilmu Penyakit Saraf FK UNAIR dapat menjadi bapak angkat bagi pendidikan dokter spesialis saraf di FK UNS. Permohonan tersebut disetujui oleh Dekan FK UNAIR. Dan pada tanggal 13 Januari 1997, Kepala Laboratorium IP Saraf FK UNS mengirim surat kepada Kepala Laboratorium IP Saraf FK UNS tentang pelaksanaan seleksi pada bulan April 1997.  Dekan FK UNS mengirim surat kepada Direktur RSUD dr. Moewardi pada tanggal 28 januari 1997 yang memberitahukan pembukaan pendidikan PPDS 1 Saraf yang bekerja sama dengan LAB / SMF IP Saraf FK UNAIR / RSUD dr. Soetomo Surabaya.

 

Pada tanggal 30 Januari 1997 diadakan diskusi tentang pendidikan dokter spesialis saraf di FK UNS antara Kepala Laboratorium, KPS dan staf IP Saraf FK UNAIR di Surabaya. Hasil diskusi yang diadakan pada tanggal 30 Januari 1997 di Surabaya dilaporkan oleh Kepala Laboratorium IP Saraf FK UNS kepada Dekan FK UNS Melalui surat tertanggal 10 Maret 1997.

 

Pada tanggal 27 Maret 1997 Dekan FK UNS mengirim surat kepada Dekan FK UNAIR tentang draft / usulan MOU FK Unair sebagai bapak angkat bagi pendidikan dokter spesialis saraf. Surat tersebut dijawab oleh DEKAN FK UNAIR melalui surat tertanggal 6 Mei 1997 kepada Dekan FK UNS yang berisi bahwa FK UNAIR tidak keberatan dengan usulan MOU yang disampaikan.

 

Pada tanggal 1 Juli 1999, dimulailah pendidikan dokter spesialis saraf di FK UNS dengan dikirimnya 2 orang peserta didik dari FK UNAIR.

 

Pada tanggal 14 Maret 2004 diadakan pertemuan antara Kepala Laboratorium , KPS dan SPS IP Saraf FK UNAIR dengan Kepala Laboratorium, KPS dan SPS IP Saraf FK UNS di Surabaya yang membicarakan tentang pendidikan dokter spesialis saraf pendahuluan di FK UNS, serta disepakati waktu yang ditempuh bagi peserta didik menjalani pendahuluan di FK UNS.

 

Kepala Laboratorium, KPS, SPS dan Staf IP Saraf FK UNS berkunjung ke bagian IP Saraf FK UNAIR / RSUD dr. Soetomo pada tanggal 12 Desember 2005 untuk mendapatkan arahan dalam rangka upaya peningkatan kinerja pendidikan dokter spesialis saraf di FK UNS.

 

Untuk mendapatkan masukan dan menimba pengalaman di Bagian IP Saraf FK Universitas Udayana yang baru diresmikan sebagai pusat pendidikan yang mandiri, maka Kepala Laboratorium, KPS, dan staf IP Saraf FK UNS berkunjung ke Bagian IP Srafaf FK UNUD / RS Sanglah Denpasar pada Januari 2006.

 

Pada tanggal 14 Maret 2006 Kepala Laboratorium IP Saraf FK UNS mengirim surat kepada Dekan FK UNS tentang permohonan agar mengirim surat ke FK UNAIR supaya mengijinkan Bag. / SMF IP Sraf FK UNAIR sebagai Pembina bagi laboratorium IP Saraf FK UNS.

 

Pada tanggal 22 september 2006 ditanda tangani kesepakatan kerja sama antara Dekan FK UNAIR dengan Dekan FK UNS.

 

Pada tanggal 20 Oktober 2008 Kepala Lab IP Saraf FK UNS mengirim surat kepada Kepala Lab IP Saraf FK UNAIR agar dapat ditinjau untuk melihat kesiapan sebagai pusat pendidikan yang mandiri, serta member masukan – masukan. Surat tersebut dijawab oleh Kepala Departemen IP Saraf FK UNAIR pada tanggal 16 Desember 2008, bahwa Kepala Departemen IP Saraf bersama Sekretaris Bagian, KPS dan SPS IP Saraf akan berkunjung pada tanggal 5 Januari 2009.

 

Surat dari Dekan FK UNS ke Dekan FK UNAIR tanggal 3 Februari 2009 yang berisi permohonan surat rekomendasi sebagai bahan rujukan Rektor UNS untuk meminta Dirjen DIKTI dan MKKI untuk melakukan visitasi sebagai persyaratan sebagai pusat studi yang mandiri.

 

Surat dari Rektor UNS kepada Direktur Akademik yang berisi permohonan diterbitkannya surat ijin dari DIKTI DepDikNas tentang kemandirian PPDS 1 Ilmu Penyakit Saraf mulai tahun akademik 2009/2010 dikirimkan pada tanggal 19 Maret 2009.

 

Kunjungan pra visitasi dan kolegium Neurologi Indonesia untuk melihat kesiapan Lab. Ilmu Penyakit Saraf menjadi Pusat Studi yang mandiri pada tanggal 26 – 27 Maret 2009. KNI menyatakan bahwa proses visitasi oleh MKKI di bagian Ilmu Penyakit Saraf dapat dilanjutkan.

PENELITIAN