I

Pengaruh CD 4 dan HsCRP terhadap Derajat Polineuropati pada Pasien dengan HIV / AIDS

21 November 2017
19:53:26 WIB

ABSTRAK

 

Sri Yuni. S501202052.2016. Pengaruh CD 4 dan HsCRP terhadap Derajat Polineuropati pada Pasien dengan HIV / AIDS. TESIS. Pembimbing I: Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr.Sp.S(K)., Pembimbing II: Pepi Budianto, dr. Sp. S. Program Studi Kedokteran Keluarga Minat Utama Ilmu Biomedik Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

 

Polineuropati perifer memicu respon inflamasi menyebabkan peningkatan kadar C-reactive protein (CRP). Peran hsCRP sebagai marker infeksi HIV belum banyak dipelajari dibandingkan penyakit inflamasi lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh CD4 dan high sensitivity C-reactive protein(hsCRP) terhadap derajat polineuropati khususnya antiretroviral toxic neurophaty (ATN) pada pasien dengan HIV /AIDS sehingga dengan demikian dapat memberikan petunjuk untuk pengembangan terapi yang lebih efektif. Jenis penelitian ini kwantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan bulan Desember 2015 – Januari 2016. Teknik sampling dengan purposive sampling, pasien HIV/AIDS usia 18-50 tahun yang menggunakan obat antiretroviral golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI) lebih dari 12 bulan dengan CD>100 sel/mm3. Pengukuran derajat polineuropati pada penelitian ini menggunakan Brief Peripheral Neuropathy Screen (BPNS).

Hasil penelitian terdiri dari 63 subjek dengan laki-laki lebih 38 (60.3%) lama terapi ARV golongan NRTI 36.46 + 17.20, sedangkan berdasarkan status imunodefisiensi rata-rata hitung CD4 347.73 + 200.46 sel / mm3. Rata –rata kadar hsCRP 0,29 + 0,24 mg/dl dan berdasarkan BPNS rata-rata skor BPNS adalah 5,14 + 1,49. Jenis ARV golongan NRTI yang paling banyak digunakan adalah zidovudin / lamifudin (AZT/3TC) yaitu pada 53 sampel (84.1%) sedangkan sisanya 10 (15.9%) sampel menggunakan golongan NRTI jenis tenofir / lamivudin (TDF/3TC). Analisis multivariat regresi linier menunjukkan pengaruh yang signifikan antara kadar hsCRP dan ATN (p=0.13). Tidak diperoleh perbedaan antara zidovudin dan tenofir dalam potensinya menimbulkan ATN. Kesimpulan : Dari penelitian ini disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara CD4 dan lama terapi ARV NRTI terhadap ATN pada pasien HIV/AIDS

 

Kata Kunci : Cluster of Differentiation (CD4)-hsCRP-antiretroviral toxic neurophathy (ATN) – nucleuside reverse transcriptase inhibitors (NRTI)- HIV / AIDS.

PENELITIAN